- Home
- Profil
- Guru/Pegawai
- Ur.Kurikulum
- Ur. Kesiswaan
- Tupoksi Ur. Kesiswaan
- Tupoksi Wali Kelas
- Tupoksi Guru Piket
- Program Kerja
- Penerimaan Siswa Baru
- EKstra Kurikuler OSN IPA
- EKstra Kurikuler OSN IPS
- EKstra Kurikuler OSN Matematika
- EKstra Kurikuler UKS
- EKstra Kurikuler MADING
- EKstra Kurikuler English Club
- EKstra Kurikuler Komputer
- EKstra Kurikuler Sepakbola
- EKstra Kurikuler Bola Volly
- EKstra Kurikuler Porseni Antar Kelas
- Pramuka
- Ur. Humas
- Ur. Sarpras
- Kamus/Rumus
- Siswa
- Perpustakaan
- Kur.2013
- KTSP 2006
- Download
- Foto
Jumat, 19 Juni 2015
Menuju Taput Lumbung Pangan Nasiona, Ketapang Produksi 30 Komposter Serbaguna
Bupati Taput Nikson Nababan didampingi Kakan Ketapang Sofyan Simanjuntak saat menunjukkan proses pengolahan komposter serbaguna di Desa Lumban Tonga-tonga belum lama ini. (PALAPA POS/RINTO ARITONANG).
Utara, Sumatera Utara, di bawah pimpinan Sofyan Simanjuntak telah memproduksi 30 unit komposter serbaguna untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai lumbung pangan nasional.
”Alat ini berfungsi untuk membuat pupuk organik cair, dan untuk membuat pestisida organik cair. Juga berfungsi baik dalam pembiakan bakteri perebiotik, serta sebagai alat pembuat zat pengatur tumbuh yang sangat dibutuhkan tanaman,” terang Sofyan kepada PALAPA POS di Tarutung, Rabu (17/6).
Alat tersebut diciptakan pada April 2015 sudah diperkenalkan untuk pertama kalinya di hadapan masyarakat petani di Dusun Pagaran Padang, Desa Garoga Sibargot, Kecamatan Garoga, Taput.
”Dalam waktu dekat kami akan menyerahkan alat yang ada serta mensosialisasikan penggunaannya kepada masyarakat petani di 15 kecamatan se-Taput. Kami sangat berharap alat ini akan sangat membantu dalam pencapaian visi-misi pemerintahan Nikson-Mauliate,” sebutnya.
Menurut Sofy, panggilan akrab Kakan Ketapang, komposter serbaguna yang diciptakannya bekerja dengan mengolah limbah padat maupun cair yang dihasilkan rumah tangga, kotoran ternak, dan limbah dari aktivitas di Pasar.
”Kapasitas alat ini sendiri menghasilkan 120 liter pupuk atau pestisida organik cair yang diolah dari 25 kilogram bahan mentah limbah. Perlu juga diketahui jika alat ini menghasilkan pupuk yang mengandung unsur nitrogen, potasium dan kalium yang sangat dibutuhkan tanaman,” bebernya.
Alat yang diciptakan tersebut bukan untuk diperjual belikan. Namun, khusus ditujukan untuk dikembangkan dan dipergunakan masyarakat petani yang sosialisasi penggunaannya akan tetap dibantu.
”Terakhir kali, alat ini sudah berfungsi dan sangat diminati masyarakat ketika diperkenalkan di Desa Lumban Tonga-tonga, Kecamatan Siborong-borong. Saat itu, di tengah masyarakat Bupati Nikson langsung melihat pupuk organik cair yang dihasilkan alat ini,” papar Sofy. (rin)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar