- Home
- Profil
- Guru/Pegawai
- Ur.Kurikulum
- Ur. Kesiswaan
- Tupoksi Ur. Kesiswaan
- Tupoksi Wali Kelas
- Tupoksi Guru Piket
- Program Kerja
- Penerimaan Siswa Baru
- EKstra Kurikuler OSN IPA
- EKstra Kurikuler OSN IPS
- EKstra Kurikuler OSN Matematika
- EKstra Kurikuler UKS
- EKstra Kurikuler MADING
- EKstra Kurikuler English Club
- EKstra Kurikuler Komputer
- EKstra Kurikuler Sepakbola
- EKstra Kurikuler Bola Volly
- EKstra Kurikuler Porseni Antar Kelas
- Pramuka
- Ur. Humas
- Ur. Sarpras
- Kamus/Rumus
- Siswa
- Perpustakaan
- Kur.2013
- KTSP 2006
- Download
- Foto
Rabu, 08 Juli 2015
Jumat, 03 Juli 2015
Kamis, 02 Juli 2015
Sebanyak 1.995 guru honor dan tenaga kesehatan di daerah terpencil dan sangat terpencil mendapat kenaikan tunjangan insentif
TAPUT – Sebanyak 1.995 guru honor dan tenaga kesehatan di daerah terpencil dan sangat terpencil mendapat kenaikan tunjangan insentif, karena telah mengabdikan diri melayani masyarakat di daerah itu. Penyerahan kenaikan tunjangan insentif diserahkan secara sibolis oleh Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan.
“Jangan ada lagi masyarakat yang tidak terlayani di bidang medis dan pendidikan. Tanggungjawab mendidik anak serta pelayanan kesehatan adalah tanggungjawab yang diberikan Tuhan. Bukan merupakan sebuah kebetulan,” tegas Nikson dalam sambutannya saat penyerahan insentif, Selasa (30/6), di Balai Data Kantor Bupati Taput Tarutung.
Total dana insentif yang diserahkan, yakni untuk 1.750 orang tenaga pendidik honorer yang mengajar di tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK se-Taput, serta 245 orang tenaga kesehatan terdiri dari Dokter PNS/Non PNS, juga bagi Bidan/Perawat PNS/Non PNS yang bertugas di daerah terpencil dan sangat terpencil di wilayah Kabupaten itu.
“Pemberian kenaikan insentif ini merupakan wujud penghargaan Pemkab terhadap pengabdian saudara, serta komitmen untuk menjadikan Taput sebagai lumbung SDM berkualitas,” ujarnya.
Menurutnya, membangun SDM yang berkualitas harus didukung dengan ketersediaan tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang berkualitas serta memiliki karakter melayani. Pemkab Taput memiliki tanggungjawab terhadap kesejahteraan para guru dan dokter serta bidan, supaya mereka fokus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Bagi rekan-rekan guru, hendaklah jadi mentor kepada anak didik, baik dalam ilmu pengetahuan, iman dan karakter, serta perbuatan. Guru memiliki tanggungjawab sangat besar dalam mendidik para siswa menjadi generasi emas yang mampu memberikan sumbangsih bagi Negara, masyarakat dan keluarga. Guru harus menerapkan konsep “Taman” sebagai nuansa dan suasana belajar mengajar di sekolah,” katanya.
Bupati Taput berpesan kepada seluruh penerima insentif, baik tenaga pengajar, dokter maupun bidan yang bertugas di desa terpencil dan desa sangat terpencil agar melayani masyarakat dengan tulus dan menerapkan konsep 3 S (Senyum, Sapa, Salam).
Karena masyarakat yang tinggal di daerah tersebut juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima juga pelayanan pendidikan. Sebab, apabila tingkat kesehatan masyarakat baik, niscaya akan turut membantu pembangunan di bidang lainnya.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Jamel Panjaitan melalui Kabid Dikdas Saut Panjaitan, dalam laporannya menyampaikan jumlah tenaga pengajar non PNS se-Taput penerima kenaikan insentif adalah sebanyak 1.750 orang dengan rincian besaran insenstif bagi pengajar tingkat PAUD, SD dan SMP sebesar Rp 300 ribu/orang/bulan, serta tingkat SMA/SMK sebesar Rp.800 ribu/orang/bulan.
Sementara itu Plt Kadis Kesehatan Taput Janri Nababan memaparkan jumlah penerima kenaikan tunjangan insenstif bagi tenaga kesehatan di desa sangat terpencil dan desa terpencil di Taput sebanyak 245 orang dengan kenaikan insentif bagi Dokter yang bertugas di desa sangat terpencil sebesar 150 persen gaji pokok, dan Bidan/Perawat sebesar 100 persen gaji pokok.
Sementara kenaikan insentif untuk tenaga kesehatan di desa terpencil yakni, dokter 100 persen gaji pokok, bidan/perawat PNS 50 persen gaji pokok dan bidan/perawat Non PNS sebesar Rp 400 ribu/orang/bulan.
Sebagai wujud kegembiraan serta ucapan terima kasih serta kebanggaan para PNS/tenaga honor akan kepedulian Bupati Taput kepada mereka, secara spontan mereka menyerahkan hasil bumi sebagai hasil pertanian mereka seperti beras, sayuran, buah-buahan dan hasil ternak berupa telur itik yang diterima langsung oleh Bupati Taput Nikson Nababan. (rin)
Lomba Kreatifitas Guru Tingkat Nasional Tahun 2015
30 September 2015, Batas Akhir Penerimaan Naskah Lomba Kreativitas Guru Nasional tahun 2015.

Jakarta, Kemendikbud --- Sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesional guru, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Penjaminan Mutu Pendidikan,(sekarang Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan "Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional". Di tahun 2015 ini, panitia lomba mulai menerima naskah lomba dari para peserta yang merupakan guru aktif sejak 2 Mei lalu dan akan berakhir pada 30 September mendatang.
Lomba kreativitas guru (LKG) merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan dari 2002. Di tahun ini tema yang diangkat adalah "Guru Kreatif dan Inovatif Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas". Tujuan diadakannya LKG adalah untuk memotivasi dan memfasilitasi serta menginspirasi guru untuk mengkreasikan model pembelajaran terbaik. Selain itu, guru juga diharapkan dapat mengembangkan bakat, minat, dan kebiasaan dalam membuat karya ilmiah yang inovatif secara baik dan benar.
Demikian pula dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, melalui lomba ini guru diajak untuk mendesiminasikan berbagai pengalaman tentang keberhasilannya dalam meningkatkan mutu pembelajaran (best practices).Pengalaman tersebut dapat digunakan sebagai rujukan bagi guru lain dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Dengan rujukan yang ada diharapkan dapat meningkatkan dan mengembangkan proses pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir tingkat tinggi, terampil, berkarakter, dan berbudaya.
Dalam LKG 2015, naskah yang dapat dikirim oleh peserta merupakan hasil penelitian eksperimen atau penelitian tindakan kelas atau pengembangan model yang mencerminkan kreativitas dan inovasi pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh guru. Model tersebut selain harus sesuai dengan mata pelajaran yang diampu juga mencerminkan karya inovatif pembelajaran yang dilihat dari penerapan teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal maupun alat peraga.
Setiap alat peraga yang dihasilkan oleh peserta harus memperlihatkan efektivitas proses pembelajaran pada mata pelajaran yang diampu. Alat peraga atau alat praktikum tersebut juga harus dapat mendorong proses penemuan konsep, teori, atau cara kerja tertentu dalam pembelajaran.
Peserta yang dapat mengikuti LKG 2015 adalah guru yang masih aktif mengajar pada sekolah negeri atau sekolah swasta di bawah pembinaan Kemendikbud. Guru tersebut juga harus memenuhi masa kerja sekurang-kurangnya empat tahun sebagai guru PNS atau guru bukan PNS (guru tetap yayasan dan guru honorer pada sekolah negeri yang diangkat oleh pejabat yang berwenang). Dan yang terpenting, guru yang menjadi peserta belum pernah tercatat sebagai pemenang I,II, dan III dalam LKG selama lima tahun terakhir.
Panitia LKG 2015 menyediakan berbagai hadiah dan penghargaan. Total hadiah untuk pemenang tingkat nasional dan finalis sebesar Rp427 juta. Bagi pemenang I,II dan III akan mendapat piagam penghargaan dari Mendikbud.
Untuk informasi lengkap, kunjungi laman http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/index.php/front/news/60. (Aline Rogeleonick)
Langganan:
Postingan (Atom)




